Sabtu, 14 Februari 2015

Kutipan More About Nothing

Cobalah sesering mungkin meluangkan waktu untuk mengedit rekaman itu biarpun orang lain mengira kita sedang melamun.
Justru saat do nothing itu ada kesempatan untuk kita memilah-milah hasil digicam dan video yang terekam dikepala kita. Walaupun tak bisa ditayangkan untuk orang lain, setidaknya, asyik untuk kita tonton sendiri dalam PMP(Portable media player) memori kita.
Keterbatasan itu hanya berlaku dilingkungan tertentu dan bisa diatasi kalau kita mengubah lingkungan
Anak-anak umur tiga tahun memang sering menyanyakan pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh seorang filsuf. Orang awam hanya bisa menebak-nebak jawabannya.
Orang melakukan kegiatan bergantian sesuai putaran bumi. Orang hidup berdasarkan irama waktu.
Setiap perbedaan waktu diperlukan sehari untuk menyesuaikan irama.
Cicardian rhythm: irama yang diikuti tubuh manusia dalam hal bangun,lapar, mencerna, dan tidur dan itu adalah siklus alamiah.
Ada atau tidaknya pressure, sebetulnya bukan berasal dari luar, melainkan dari perasaan sendiri. Orang yang menghadapi atasan yang bak bias merasa relaks karena sering mendapat pujian. Kalau orang cepat puas maka dia menjadi tenang karena pujian itu. Tapi kalau orang yang senang berprestasi makin dipuji, makin banyak pressure buat dia. Orang yang pintar memanjat gunung hanya cukup tergelincir sekali untuk kehilangan nama baiknya sebagai orang yang selalu berhasil.
Pressure menciptakan pressure. Prestasi melahirkan ekspetasi untuk menjaga prestasi. Pilihan lain adalah menyerah kalah sehingga kita tidak terbebani ekspetasi menang lagi. Kehidupan keseharian tidaklah demikian, tidak ada yang menang atau kalah. Yang ada, ketenangan diri untuk bisa merasakan no pressure walaupun pressure berdatangan dari segala penjuru.
Kegagalan sering disusul kehancuran. Kegagalan harus cepat diakui dan dihadapi. Bagaimana mau menerima bantuan kalo orang gak sadar akan kesalahannya. Kegagalan akan disusul dengan kegagalan lainnya, kalu kita tidak bisa mengambil pelajaran dari kesalahan kita.
Kebahagiaan harus dicari, kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya. Yang datang sendiri adalah kegagalan. Kalau kita merasa rajin tapi gagal terus, artinya kita salah mencari.
What matters is not that you fail, but how you recover.
Hanya ada satu cara menghilangkan kesan gagal: menguburnya dalam-dalam dengan hasil yang lebih baik. 
Tidak ada kolom mengenai “0 pengusaha gagal tahun 2008” adanya “10 pengusaha sukses tahun 2008”.
Dikala anda sukses and merasa utuh dan lengkap, itu akan membatasi kemampuan anda untuk mengembangkan dunia anda. Lebih mudah untuk berkembang jauh kalau anda gagal dan pecah. Sebab dari pecahan-pecahan hidup anda itu, bisa dibentuk kehidupan baru yang lebih indah.
When you are nothing you can receive everything.
Anxienty bisa dipecahkan dari dalam diri kita tanpa terpengaruh kondidi luar. Masalah bisa dihadapi, teka-teki bisa dibiarkan. Jadi kita membahas anxienty yang ada dalam diri kita meskipun tidak mudah. Problem menimbulkan stress, puzzle juga mendatangkan stress. Padahal, diantara keduanya, tidak ada perbedaan nyata. Problem harus selalu dipikirkan, kecuali kita sudah buntu dan lelah.
Puzzle bisa lebih mendalam dari pada problem, tapi tidak ada puzzle-solving.
Hidup memang penuh teka-teki tapi tak berarti semuanya harus jadi masalah. Kalau ada masalah yang tidak bisa dipecahkan, langkahi saja masalah itu. Urusan memahami belakangan saja karena urusan lain harus berjalan dulu. If you cannot move the obstacle, move on.
Kita bisa depresi memikirkan suatu masalah. Demi untuk menyelamatkan diri, andaikata tak bisa dipecahkan, melangkah saja seakan-akan tidak ada masalah. Suatu saat kalau ada tenaga lebih, dipikirkan lagi apa inti masalah sebenarnya. Dengan disiplin mental, problema bisa menjadi puzzle. Sementara itu, dengan melangkahi masalah, kita juga dilatih untuk menggapai lebih tinggi lagi.
Selama kita tidak menyerah, kita akan menjadi lebih kuat. That which does not kill us will make us stronger.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar